Pangeran Arab Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Akhirnya Amerika Serikat merilis dokumen yang menunjukkan adanya keterlibatan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam pembunuhan jurnalis kerajaan Jamal Khashoggi. Dokumen tersebut bersumber dari dokumen intelijen yang telah melakukan penyelidikan terkait dengan terbunuhnya seorang jurnalis yang sering kali memberikan kritik terhadap kerajaan Saudi Arabia. Sampai saat ini belum ada konfirmasi dan keterangan dari pihak Kerajaan Arab Saudi termasuk dari sang putra Mahkota.

Peran Mohammed bin Salman sebagai Pemimpin de facto

Dalam pengumuman yang dilakukan oleh Amerika Serikat, disebutkan dalam dokumen bahwa Putra mahkota Mohammed bin Salman atau MbS adalah orang yang menyetujui adanya operasi pembunuhan saat terjadi penangkatan jurnalis Saudi Arabia bernama Jamal Khashoggi. Secara lengkap dokumen itu berbunyi: “Kami menilai Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menyetujui operasi di Istanbul, Turki, untuk menangkap atau membunuh jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.”

Inteligen Amerika Serikat menilai bahwa Mohammed bin Salman menjadi salah satu yang berperan. Alasannya adalah tidak mungkin keputusan untuk menghabisi nyawa seorang jurnalis dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang berkuasa. Ini adalah sebuah keputusan besar dan tidak bisa sembarangan dibunuh. Nyawa Khashoggi adalah nyawa yang penting dan bisa menimbulkan peperangan di masa yang akan datang jika memang ada bukti konkrit bahwa MbS memiliki andil dalam kejadian ini.

Jamal Khashoggi adalah seorang jurnalis yang mengisi kolom di Washington Post. Dia seringkali melakukan kritik terhadap putra mahkota dan memberikan banyak pendapata pendapat kritis dan cerdas mengenai pemerintahan di Arab Saudi saat ini. Namun pada bulan Oktober 2018 yang lalu, jurnalis ini ditemukan tewas di gedung Konsulat Saudi yang ada di Istanbul Turki. Awalnya Khashoggi pernah dinyatakan hilang dan tidak ada kabar sama sekali, namun ternyata dinyatakan tewas dengan alasan yang masih diselidiki sampai sekarang.

Arab Saudi Sempat Membantah

Terbunuhnya Jamal Khashoggi di gedung konsulat awalnya dibantah oleh Arab Saudi. Riyadh secara keras mengatakan bahwa pihaknya tidak ada hubungan dengan terjadinya pembunuhan atas jurnalis tersebut. Beberapa spekulasi pun dilontarkan bahwa pembunuhan dilakukan oleh pejabat di Saudi dengan perintah gelap dan itu tidak ada hubungannya dengan pemerintah Arab Saudi secara keseluruhan. Namun kemudian setelah dilakukan penyelidikan dan beragam investigasi, maka Arab Saudi sepertinya tidak bisa berkutik lagi.

Perilisan dokumen yang membuktikan bahwa putra mahkota memiliki peran sebenarnya sudah ada sejak lama namun baru dirilis satu hari setelah presiden Amerika Serikan Joe Biden melakukan komunikasi dengan Raja Salman. Dalam komunikasi deposit slot via gopay lewat telepon tersebut, Joe Biden mengungkapkan akan membantu Arab Saudi untuk mempertahankan wilayahnya dari beragam serangan yang dilakukan oleh kelompok kelompok yang didukung oleh Iran. Saat ini banyak sekali penyerangan dan gerakan separatisme di Arab Saudi. Amerika membuka diri untuk membantu penumpasan hal tersebut.

Dalam komunikasi yang dijalin Joe Biden, terlihat bahwa arah kebijakan presiden baru tidak ingin berkomunikasi dengan Mohammed bin Salman yang awalnya dekat dengan Presiden AS sebelumnya, Donald Trump. Sampai saat ini, belum benar terbukti adanya keterkaitan MbS dengan pembunuhan jamal Khashoggi. Namun dapat dipastikan bahwa beberapa pejabat di kerajaan Arab Saudi akan mendapatkan sanksi jika terbukti terlibat bersama dengan MbS. Sang putra mahkota pun akan diberikan beberapa ketegasan oleh Raja Salman sesuai dengan arahan dan aturan kerajaan yang berlaku.

Category: