Kasus Naik Terus, RS Padat dan Pemakaman Penuh: Problematika Jakarta

Sekarang ini Pemerintah provinsi DKI Jakarta tak cuma mengalami masalah soal keterisian rumah sakit yang sudah penuh namun juga tentang lahan pemakaman pasien virus Corona. Menurut data yang dilansir dari CNN Indonesia pemerintah Provinsi DKI Jakarta sampai dengan 20 Desember 2020 hanya tersedia 6663 tempat tidur isolasi yang ada di rumah sakit rujukan covid-19 di Jakarta. Dari jumlah itu, ada 5691 atau sekitar 85% dari tempat tidur  isolasi yang telah terpakai.

Ketersediaan Tempat Tidur di RS Jakarta

Lalu dari jumlah tempat tidur ICU yang banyaknya mencapai 907 unit di Jakarta telah terisi 722 unit. Dengan begitu maka 80% tempat tidur yang disediakan untuk pasien positif virus Corona dengan gejala berat telah terisi. Walau demikian Wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu Ahmad Riza Patria meminta kepada masyarakat untuk tak perlu khawatir karena dirinya memastikan bahwa Pemprov DKI bisa menyediakan fasilitas kesehatan.

“kami pastikan DKI Jakarta cuma tersedia tapi cukup bahkan lebih dari yang dibutuhkan. Kami siapkan selalu kebutuhan lainnya dan kami antisipasi berbagai kemungkinan,” ungkap Riza dilansir dari CNN Indonesia pada hari Minggu (27/12)

Lahan TPU Telah  Penuh

Tidak cuma tentang ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rumah sakit Jakarta namun permasalahan lain yang dihadapi Jakarta juga tentang lahan tempat pemakaman umum atau KPU khusus pasien virus Corona di Jakarta yang telah penuh. Hal tersebut masalah disampaikan oleh penanggung jawab pelaksana pemakaman covid-19 PPU Pondok Ranggon yang bernama Muhaemin. “ krisis lahan pemakaman covid-19 terjadi sejak 8 November 2020. Sekarang lokasi untuk pemakaman covid 19 telah ‘full’ (penuh),” ungkap Muhaemin dikutip dari CNN Indonesia hari Senin (28/12). 

Dirinya juga mengatakan bahwa sekarang pasien virus Corona yang mana meninggal dunia tak mesti dimakamkan di TPU khusus seperti misalnya di TPU Pondok Ranggon dan juga Tegal Alur. Dia memberikan keterangan mpo gaming bahwa pasien pasien yang meninggal dunia akibat virus Corona dapat dimakamkan di TPU yang lainnya. Namun sayangnya ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi.

Pemakaman mesti dilakukan dengan sistem tumpang ataupun lebih dari satu jenazah yang dikuburkan pada satu liang lahat yang sama. Mekanisme tersebut pasangan yg diterapkan karena keterbatasan liang lahat. Liang lahat sendiri mesti berisikan jenazah dari kalangan keluarga di dalam satu kepala keluarga. Kemudian petak dari liang lahat yang akan digunakan secara tumpang wajib memenuhi kriteria dari ukuran yang sesuai dengan ukuran peti jenazah yaitu lebarnya 90 cm dan panjangnya 210 cm.

Setelah itu liang lahat pun mesti berjarak 50 m dari sumber air sumur dari masyarakat dan juga pemukiman warga dari tempat pemakaman umum tersebut yang mesti berjarak minimal 500 meter. Standar ini pasalnya harus diperlakukan Sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kementerian Agama.

Muhaemin sendiri juga menjelaskan bahwa PPU yang mana tersebar di sejumlah wilayah yaitu di lima wilayah kota administratif DKI Jakarta sudah memberikan izin pemakaman yang sesuai dengan prosedur  covid-19. “bagi warga yang mempunyai makan keluarga di ttu yang lainnya yang tersebar pada lima wilayah Jakarta bisa dimakamkan secara tumpang selama lokasi itu memenuhi syarat,” ungkapnya. 

Sedangkan untuk jumlah kasus positif virus Corona yang ada di DKI Jakarta pun masih terus meningkat tajam. Bahkan sampai dengan hari Minggu tanggal 27 Desember 2020 kemarin total dari kasus positif sudah mencapai 175.926 kasus. Dari jumlah itu ada 158.615 yang dinyatakan sembuh sementara 3.204 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Tags:
Category: